KALIPUCUNG, Suasana khidmat menyelimuti kawasan mata air Sumberdandang di Desa Kalipucung pagi ini. Puluhan warga berkumpul bersama aparatur desa dan aparat keamanan dalam rangka melaksanakan tradisi Kenduri Bedah Sumber, sebuah ritual adat sekaligus aksi nyata pelestarian lingkungan hidup.
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur masyarakat atas melimpahnya aliran air dari Sumberdandang yang selama ini menjadi urat nadi pertanian dan kebutuhan domestik warga setempat.
Kehadiran Lintas Pilar Desa
Kegiatan ini menunjukkan kekompakan seluruh elemen Desa Kalipucung. Hadir secara langsung di lokasi:
- Perangkat Desa Kalipucung: Mengoordinasi jalannya acara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian aset desa.
- BPD Desa Kalipucung: Hadir untuk mengawal fungsi sosial dan budaya di tingkat masyarakat.
- Babinsa & Bhabinkamtibmas: Memberikan rasa aman sekaligus membaur dalam semangat gotong royong bersama warga.
- Masyarakat Desa Kalipucung: Turut serta membawa tumpeng dan hasil bumi sebagai simbol syukur dalam prosesi kenduri.
Makna Spiritual dan Lingkungan
Kegiatan diawali dengan doa bersama (kenduri) yang dipimpin oleh tokoh agama setempat di bawah keteduhan pohon-pohon besar di area Sumberdandang. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan area mata air dari sampah dan dahan kering guna memastikan aliran air tetap bersih dan lancar.
“Sumberdandang adalah warisan leluhur yang harus kita ‘openi’ (rawat). Kenduri ini adalah pengingat agar kita tidak hanya mengambil airnya, tapi juga menjaga kebersihan sumbernya,” ujar Bapak Tramika Adi selaku sekretaris desa Kalipucung saat memberikan sambutan.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah kerumunan warga juga mempertegas hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan budaya.
Menjaga Ketahanan Air Desa
Mata air Sumberdandang selama ini dikenal sebagai sumber air yang stabil meskipun di musim kemarau. Dengan dilaksanakannya bedah sumber secara rutin, diharapkan ekosistem di sekitar mata air tetap terjaga, sehingga ancaman kekeringan dapat diminimalisir.
Acara ditutup dengan makan bersama atau kembul bujana, di mana warga dan perangkat desa duduk sama rendah menikmati hidangan kenduri. Momen ini memperkuat kerukunan antarwarga Desa Kalipucung yang semakin solid dalam menjaga kearifan lokal.

