KALIPUCUNG – Dalam rangka melestarikan adat istiadat dan tradisi leluhur Jawa, Pemerintah Desa Kalipucung sukses menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Kembar Mayang. Acara yang sarat akan nilai budaya ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Balai Desa Kalipucung.
Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna, warga desa, hingga Modin Dusun dan Modin Desa yang bertindak sebagai pendamping sekaligus tokoh adat setempat.
Menghadirkan Pakar Tradisi
Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, panitia menghadirkan dua narasumber yang memang ahli dan berpengalaman di bidang adat Jawa, yaitu Bapak Soekiman dan Bapak Agung Pamudji.
Dalam sesi materi, kedua narasumber memaparkan bahwa Kembar Mayang bukan sekadar hiasan dalam upacara pernikahan adat Jawa, melainkan simbol doa dan harapan bagi sepasang pengantin. Setiap lekukan janur, penggunaan kembang panca warna, hingga dedaunan khusus di dalamnya memiliki makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan berumah tangga.
Metode Praktik Langsung dan Kompetisi Antar-Tim
Tidak hanya mendengarkan teori, seluruh peserta dituntut untuk terjun langsung mempraktikkan ilmu yang diberikan. Mekanisme pelatihan dirancang secara interaktif dengan membagi peserta menjadi 5 Tim.
Suasana Balai Desa seketika berubah menjadi riuh dan penuh konsentrasi saat setiap tim mulai merangkai janur. Kerja sama antar-generasi terlihat sangat kental; para pemuda Karang Taruna tampak bersemangat menyerap ilmu dari warga senior dan para Modin yang mendampingi kelompok mereka.
Penilaian dan Apresiasi dari Pemerintah Desa
Setelah durasi praktik selesai, semua hasil karya dari ke-5 tim tersebut dipajang untuk dinilai langsung oleh Bapak Soekiman dan Bapak Agung Pamudji. Indikator penilaian meliputi kerapian, kreativitas, keaslian pakem adat, serta kekompakan tim.
Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kerja keras para peserta, Pemerintah Desa Kalipucung telah menyiapkan hadiah menarik untuk tim dengan karya terbaik.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme warga. Kemampuan membuat Kembar Mayang ini sudah mulai langka di kalangan generasi muda. Melalui pelatihan ini, kita berharap regenerasi pelestari adat di Desa Kalipucung tidak akan terputus,” ujar salah satu perangkat desa di sela-sela acara.
Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya pemuda Desa Kalipucung, tidak hanya mahir secara teknis dalam membuat Kembar Mayang, tetapi juga mampu menjaga dan bangga terhadap kekayaan budaya luhur yang mereka miliki.



